Ikat Aku di Tulang Belikatmu, Simpan Aku di Belakang Gigimu
Kepada setiap hati yang tetap memilih untuk tinggal, terima kasih telah bersedia untuk tetap merawat hangat agar tidak tanggal. Kepada setiap hati yang memilih pergi, semoga di sana tidak menyisakan hutang maaf yang masih perlu kupenuhi. Senantiasa bersama atau tidak nantinya, kiranya perjalanan yang pernah kita lalui bersama selalu menyisakan ragam maknanya yang dapat dipetik oleh jiwa. Tentu, aku sadar bahwa perjalanan kita tidak selamanya membahagiakan. Boleh jadi juga banyak sekali cacat yang luruh dariku mengganggu putihnya kanvas yang semestinya dapat dilukis dengan cerita-cerita menyenangkan. Dalam momen-momen tertentu, ingatan akan kesalahan yang lalu mendadak terputar dalam ruang kepala, membawa ribuan amplop hutang maaf yang rasanya tak pernah habis untuk kuisi sesalku untuk kukirimkan pada setiap alamat yang tertulis disana. Namun, a ku tahu bahwa setiap hutang rasa tidak selamanya dapat dilunasi. Sebagian dari itu hanya dapat dicukupkan dengan terima kasih, atau ...